Wednesday, August 26, 2026
City of Dreams Sri Lanka Tingkatkan Laba John Keells di Q2
Keuangan

City of Dreams Sri Lanka Tingkatkan Laba John Keells di Q2

· 2 mnt baca

Lompatan Pertumbuhan di City Of Dreams Sri Lanka City of Dreams Sri Lanka memberikan kontribusi besar terhadap John Keells Holdings, melaporkan EBITDA mencapai LKR388,72 juta atau sekitar $1,16 juta pada kuartal yang berakhir 30 Juni. Ini adalah lompatan yang signifikan dari periode yang sama tahun lalu ketika mencatat kerugian LKR999,73 juta.

Kemajuan Pesat Sejak Pembukaan Dibandingkan dengan kuartal kedua tahun 2025, perbaikan mencolok terlihat. Sejak resmi dibuka pada Agustus 2025, properti ini terus menunjukkan kinerja yang mengesankan. City of Dreams Sri Lanka, bagian dari operasi leisure dan hospitality John Keells, memperlihatkan tren positif sepanjang kuartal ini. Perusahaan melaporkan bahwa peningkatan EBITDA terutama didorong oleh lonjakan tingkat hunian dan kenaikan tarif kamar rata-rata.

Selain itu, kasino yang berada di properti ini terus menunjukkan performa yang mengesankan, dengan John Keells meraih pendapatan tambahan dari sewa operasi permainan tersebut.

Pengelolaan Kasino dan Hotel oleh Melco Resorts

Pengelolaan kasino dan hotel Nuwa di City of Dreams dilakukan oleh Melco Resorts & Entertainment, operator kasino asal Hong Kong. Ini merupakan proyek resor pertama Melco di Asia Selatan dan proyek perdana di Sri Lanka.

Proyek Resor Besar di Colombo

Dengan investasi sebesar US$1,2 miliar, resor ini bertujuan untuk menjadi "Macau-nya India," menarik pengunjung dari Rusia, Cina, dan Timur Tengah. Skala dan konsep campuran resor ini menempatkannya sebagai salah satu pengembangan hospitality paling menonjol di Sri Lanka. Kompleks ini juga mencakup hotel Cinnamon Life dengan 687 kamar yang dioperasikan oleh John Keells. Hotel ini merupakan bagian dari pengembangan City of Dreams Sri Lanka secara luas, memperkaya penawaran leisure di area resor terpadu.

Tantangan Operasional yang Muncul

Meskipun ada peningkatan EBITDA, John Keells menyatakan bahwa profitabilitas grup leisure-nya dipengaruhi oleh tantangan operasional. Konflik di Timur Tengah dinyatakan menurunkan sentimen perjalanan di beberapa pasar utama. Peringatan ini memberikan konteks terhadap kinerja kuartal secara keseluruhan.

Walaupun tingkat hunian dan tarif kamar mendukung perbaikan di segmen hotel dan kasino, kondisi perjalanan global tetap menjadi tantangan untuk sektor leisure yang lebih luas.

Indikator Awal Operasional

Bagi John Keells, hasil EBITDA di kuartal kedua menjadi salah satu indikator awal kinerja resor ini pascapeluncuran. Walau ada pertumbuhan, bisnis ini masih dalam tahap awal siklus operasinya. Kehadiran City of Dreams Sri Lanka menambah keyakinan bahwa meskipun ada hambatan dari situasi regional, momentum dasar tetap kuat.