Di India, ada suara yang semakin keras menantang keberadaan kasino terapung di Goa. Gerakan bernama 'Cukup Sudah' muncul dengan semangat baru, dipimpin oleh mantan Ketua Mahkamah Agung, Ferdino Rebello, yang mengajak masyarakat untuk mengkritisi dan menuntut penutupan kapal kasino yang berlayar di Sungai Mandovi. Gerakan ini baru saja membuka markas permanen di Panaji, ibu kota Goa, sebagai langkah simbolis untuk memperkuat aksi mereka.
Rebello, dengan latar belakang hukum yang kuat, menyoroti pelanggaran yang dilakukan oleh kasino-kasino ini terhadap Undang-Undang Perjudian India. Baginya, kehadiran kasino di sungai bukan hanya mengganggu, tetapi juga melanggar aturan hukum setempat. Ia telah mengajukan surat kepada Kepala Menteri Goa, Pramod Sawant, dan berencana untuk terus mengadvokasikan hal ini. "Jika pemerintah tidak bertindak, mungkin saatnya memilih pemimpin yang baru," tambahnya.
Gerakan 'Cukup Sudah' tidak hanya fokus pada kasino, tetapi juga menentang pembangunan yang membabi buta di negara ini. Rebello menyatakan bahwa kampanye ini akan menjangkau masyarakat hingga tingkat taluka, atau pemerintahan desa. Menurutnya, ini adalah perjuangan untuk melindungi identitas dan warisan budaya Goa yang terancam oleh pembangunan yang tidak terkontrol.
Kasino di Goa: Antara Larangan dan Legalitas
Di tingkat nasional, perjudian kasino memang dilarang, namun beberapa negara bagian seperti Goa memberikan izin operasi. Saat ini, terdapat 13 kasino di Goa; tujuh di darat dan enam di perairan Sungai Mandovi. Maret lalu, Kepala Menteri Sawant mengumumkan kenaikan biaya lisensi untuk kasino darat baru, sementara tidak ada rencana untuk menambah kasino terapung.
Meski sudah ada janji dari pemerintah untuk memindahkan kasino-kasino ini ke lokasi lain, hal tersebut belum pernah terwujud. Warga lokal pun tidak tinggal diam, terutama setelah muncul isu penggantian kapal kasino kecil dengan kapal besar berkapasitas 2.000 penumpang, yang justru menambah kekhawatiran akan dampak lingkungan dan sosial di wilayah tersebut.