Selandia Baru Memilih Jalur Aman untuk Peluncuran iGaming
Dalam lanskap perjudian global, Selandia Baru telah menarik perhatian dengan pendekatan waspada terhadap peluncuran iGaming mereka. Dengan rencana pasar teregulasi yang akan dimulai pada 2027, negara ini memilih strategi lambat tapi aman, berbeda dengan kebanyakan negara lain, untuk memberikan fokus pada keamanan konsumen dan pengurangan efek negatif.
Pada tahun 2026, undang-undang baru tentang Kasino Daring disahkan, mempersiapkan jalan bagi pengaturan industri ini. Meski pasar awalnya dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini, penundaan terjadi karena kecemasan mengenai kepastian hukum yang disampaikan para pemangku kepentingan sejak tahun lalu. Namun, banyak yang berpendapat bahwa Selandia Baru dengan sengaja memilih regulasi yang ketat untuk memastikan perlindungan konsumen dan masyarakat sebagai prioritas utama.
Undang-undang ini memperkenalkan batasan yang signifikan, yakni hanya operator berlisensi yang diizinkan menawarkan layanan kasino daring kepada penduduk Selandia Baru. Terdapat batasan lisensi sebanyak 15 buah, dan setiap operator hanya boleh mengantongi hingga tiga lisensi yang terhubung ke satu merek/platform. Monopoli taruhan balap dan olahraga tetap dipegang oleh TAB New Zealand.
“Penundaan ini sepertinya disengaja, lebih mementingkan transisi yang rapi dan struktur regulasi yang kokoh ketimbang mempercepat masuk ke pasar,” ujar True.
Alih-alih terburu-buru meluncurkan pasar, Selandia Baru tampaknya lebih menekankan pentingnya ketegasan regulasi sebelum izin dikeluarkan.